Latah Wedding part I

Suatu hari di sebuah desa nan jauh, hidup seorang puteri kepala desa yang mengungkapkan keinginanya untuk menikah kepada ayahnya. Dua sampai tiga hari berlalu dan sang kepala desa menyuruh seorang cenayang untuk mencaritahu jodoh anaknya, sang dukun mulai meramal, akhirnya berucap kalau jodohnya akan datang dan melamarnya dalam waktu 2 bulan, sontak sang puteri dan kepala desa sumringah, senang bukan kepalang. Ceritanya sebenarnya gak Cuma sampai disitu, mirip sinetron memang, tapi ada kesamaan cerita dengan kisah nyata di tempat yang unik dan aneh bernama Indonesia saat ini, tentang seorang puteri bernama Violita (bukan nama sebenarnya) dengan jodohnya yang diceritakan akan segera melamarnya 2 bulan lagi. Cerita itu pun dimulai dan dua sejoli mulai menyiapkan pernikahan mereka, dari mencari perlengkapan pernikahan, undangan dan lain lain.

 

Pernikahan menurut yang saya baca si pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara hukum agama, hukum negara, dan hukum adat. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi antar bangsa, suku satu dan yang lain pada satu bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula. Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.

Hari terus berlalu, pujaan hati hari ini mengajak untuk memesan undangan, ya paling nggak memilih yang cocok untuk desain undangan,

” arep ndelok undangan kapan…? paling ndelok..ndelok sek…ki jak bahas persiapan kawin kok angel..!! ” ucap sang puteri (karena memang kurang bisa halus memang)

” iyo… cah ayu…” sahutku..

ada seorang teman menceritakan tentang pasanganya, namanya Bunga (bukan nama sebenarnya) dan mereka juga akan menikah menurut teman saya, pasanganya aneh, padahal biasa saja! ya aku cuma ngasih pendapat, menurut saya baca dan dengar, sebelum kita menikah kita harus lebih bisa meyakinkan pasangan kita kalau akulah yang terbaik, dan selalu membuat nyaman pasangan kita, mengurangi hal, sikap, sifat dan lain lain yang sebenarnya kita tau kekurangan kita, tapi tapi yang terjadi malah sikap kita kadang tidak berusaha merubah untuk menjadi lebih baik tapi kadang kita malah menjadi orang yang keras kepala karena kita merasa gagal berubah dan melimpahkan kesan emosional ke pasangan kita. tapi apapun situasinya sang pangeran sudah terlanjur sayang pada sang puteri, karena melihat masih ada sisi positif di setiap sisi negatif sang puteri.

Siang ini Agustus 2011 rencana ke tempat pemesanan undangan pernikahan dan pangeran berharap mulai ada perubahan sikap dari sang puteri, to be continue..

About kulidesain

ambisius dan sangat terobsesi Lihat semua pos milik kulidesain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: