Lebaran Emosional

Sebelumnya selamat hari raya idul fitri 1432 H teman.. ada sedikit kutipan dulu buat pemanasan!

Seorang kyai di timur Jawa mengingatkan makna habis Ramadhan pada santri-santrinya. Ilustrasi cerita yang menggambarkan bahwa budaya lebaran adalah budaya akulturasi Islam Jawa. Dalam tulisan pendek yang berjudul “Lebaran di Karet, di Karet” karya Umar Khayyam, tradisi lebaran adalah momentum untuk saling memaafkan, didapati dari kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Pada beberapa kalangan di Jawa biasanya melakukan ritual Lebaran dengan melakukan sungkem pada orang tua sebagai bukti kerendahan penghormatan, permohonan maaf, biasa dikenal dengan istilah “nyuwun ngapura”, di mana kata “ngapura” itu sendiri berasal dari bahasa Arab, “ghafura”. Dipercaya, ritual sungkem dirintis oleh Raja Surakarta, KGPAA Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Kebiasaannya setelah shalat Idul Fitri, Pangeran Sambernyawa melakukan pertemuan antara Raja dan para punggawa di balai istana. Semua bersungkem pada raja dan permaisuri di keraton Surakarta. Hal yang dilihat rakyat ini kemudian ditiru dan jadi budaya yang kental dengan tradisi Jawa.

sesuai judul, ini tidak ada unsur kesengajaan jika ada kesamaan cerita dengan yang dialami teman-teman semua. Lebaran Emosional, atau menjadi Lebaran paling sakral buat saya, karena memang tahun ini akan menjadi mungkin Perayaan lebaran terbeda selama ini, karena Lebaran tahun depan ada suasana beda dalam kehidupan saya.

Awal cerita seperti ini teman, takbir berkumandang malam itu aku sangat menikmatinya.. dan tahukah kalian jika mereka yang merayakan takbir dengan pesta kembang api di desaku pasti dan tidak ingin tau perasaan saya saat itu yang bisa dikatakan campur aduk karena menjadi takbiran dan malam lebaran yang emosional bagi saya, karena memang tahun depan saya sudah berubah status, yaapz.. dari lajang menjadi menikah!! Emm..dan ini tidak bercanda.. anak muda sekarang pun dalam mengisi status di salah satu situs jejaring sosial sering mengisinya dengan asal-asalan… dan kali ini saya tidak bercanda teman!! Aku tahun depan sudah berstatus menikah…heeehhh…(menghela nafas). Berat memang.. apalagi saat-saat akhir menjelang sungkem pas hari H !!! wow.. sangat dalam suasana saat itu.. belum pernah selama hidup saya.. satu keluarga dalam satu ruangan yang sama dan mulai pecahlah suasana emosional dalam hati, pikiran, dan tak lepas air mata yang sudah antri sejak semalampun keluar dari mata kami !!

“ Sugeng Riyadi pak.. sedoyo lepat nyuwun pangapunten.. (ucapku, dengan linangan air mata yang mulai keluar mulai dari antrian nomor 1)

Perasaan susah terungkap ketika saya mulai berfikir ini menjadi lebaran terakhirku dengan status lajang !! dan saat itu juga adiku satu-satunya berucap,

“ Sesok wes duwe bojo sembari menangis… (ucap adiku tersedu..)

Tak pelak suasana pecah menjadi tangisan penuh emosional, saya berusaha menghibur adiku dengan ucapan manis, padahal saya sendiri tak yakin bisa menghibur diri saya sendiri waktu itu. Teman ! jiwa kalian yang kuat dalam hal hati saya meminta motivasi dari kalian. Sampai saat saya menulis ini, kesan dan suasana pagi tadi masih bisa aku sket jika aku mau. Bismilah.. aku sambut masaku yang ke dua, dan selamat datang sayang.. maaf jika memang ceritanya terlalu singkat. apapun yang terjadi dengan Lebaran saya, kalian tetap lebaran kan makanya jangan rugi membaca tulisan ini. kurang penting juga nampaknya..tapi cuma mau bilang saja, Sugeng Riyadi Sedoyo Lepat Nyuwun Pangapunten

Jogjakarta, 31 Agustus 2011

About kulidesain

ambisius dan sangat terobsesi Lihat semua pos milik kulidesain

2 responses to “Lebaran Emosional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: